member login  
daftar jadi member  
Belum Menjadi Member ?

Dartar Sekarang juga,
Nikmati Content Terbaru dan Eksclusive

Join Disini !!
 
   
 
 
<LOG ZHELEBOUR - 25 SHOWBIZ
 
  W A W A N C A R A  
 

LOG ZHELEBOUR
"25 SHOWBIZ"

Ia dikenal sebagai sosok yang begitu mencintai musik rock. Kecintaannya pada musik lokal begitu besar. Dia berupaya keras menanamkan rasa percaya diri grup-grup musik rock lokal untuk membawakan lagu-lagu sendiri. Alhasil, musik rock lokal mampumenjadi tuan rumah di negeri sendiri.

 
Ia dikenal sebagai sosok yang begitu mencintai musik rock. Kecintaannya pada musik lokal begitu besar. Dia berupaya keras menanamkan rasa percaya diri grup-grup musikrock lokal untuk membawakan lagu-lagu sendiri. Alhasil, musik rock lokal mampumenjadi tuan rumah di negeri sendiri. Pernah mencoba bisnis media, malah hancurkarena ditangani orang yang tidak profesional. Sekarang dia lebih memilih bisnisyang relatif aman, berinvestasi lewat saham.

Pewawancara:Suhendra
Fotografer:Fajar Irawan

Menapaktilas perjalanan Log Zhelebour di panggung musik rock tanah air,mungkin banyak orang yang tidak percaya jika pria kelahiran 16 Maret 1959 inimemulainya dari musik disco. Bakatnya sebagai penyelenggara kegiatan bermusik,belakangan dikenal sebagai promoter atau event organizer, dimulaipada era 1975-1976.

Memang, saat itu masih belum permanen, baru sebataspesta disco dari rumah ke rumah, jambore disco, dan beberapa kompetisi.Kegiatan itu berlanjut hingga 1978 ketika dunia dilanda ‘Saturday NightFever’-nya John Travolta. Pada 1979 Log mulai menggelar musik rock meskipunmasih di gedung. Eksistensinya sebagai penggagas konser rock outdoor terjadi pada 1980, yang ditandai dengan menggelar konser rock di sebuah stadiondi Surabaya.

Sejak itu LogZhelebour seakan tak terbendung. Kecintaannya terhadap musik rock, khususnyamusik rock dalam negeri, makin besar. Untuk membuat musik rock dicintai publikdan diterima secara luas, Log melakukan berbagai upaya. Apalagi saat itu musikrock identik dengan kenakalan dan pergaulan bebas. Tak mudah memang. Ia butuhwaktu yang cukup panjang hingga akhirnya musik rock diterima masyarakat secaraluas.

Log memulainya langsung dengan mendekati grup-grup rockyang sudah eksis saat itu. Grup yang menurutnya di panggung tampil garangdengan lagu-lagu Barat tapi begitu rekaman malah membuat album kasidah ataupunpop jawa, perlahan-lahan mulai ‘dipaksa’ membawakan lagu-lagu berbahasaIndonesia. Seiring dengan mulai diterimanya musik rock, Log kemudian menggelarkompetisi musik rock tingkat nasional. Sedikit banyak dampaknya pun terasa padaperkembangan musik di tanah air.

Di sejumlah daerah banyak band bermunculan karena merekaingin ikut festival yang diadakan Log. Di sisi lain, banyak pula bermunculansekolah musik dan studio musik. Dengan banyaknya band bermunculan saat inimenunjukkan apa yang dilakukan suami Novi Antasari dan ayah Dean Alonso (2) inipada awal 80an cukup bermanfaat, meskipun saat ini dia jarang menggelarfestival band seperti dulu.

Log juga dikenal sebagai promoter yang mampu menjualpertunjukan band asing dengan tiket murah. Banyak yang tidak percaya tiketpertunjukan Skid Row belum lama ini hanya dibandrol Rp20-40 ribu. “Tiket murahtidak masalah karena aku anggap sponsor sudah cukup. Itu bisa jadi bahanpelajaran lah buat promoter lain, masa iya tiket sampai Rp500 ribu. Cuma akutidak tahu berapa yang mereka terima, apakah sebesar yang aku terima atau cumapublikasinya saja yang gede sementara fresh money-nya nggak gede?” katanya santai.

Bukan hanya tiket murah yang membuat Log dikagumipenggemar rock. Kemampuannya membawa grup asing hingga ke banyak kota, termasukkota kecil sekalipun, mendapat banyak pujian. Padahal alasannya sederhana saja,“Capeknya sama,” katanya. Menurut Log, deal dan persiapan show disatu kota sama saja dengan beberapa kota. “Saya ingin memperkenalkan kota-kotalain biar orang tahu Indonesia itu bukan hanya Bali dan Jakarta saja,” kata Logbangga.

Kebanggaannya sebagai orang Indonesia itu pulalah yangmembuatnya memposisikan diri sebagai penyeimbang bagi pertunjukan musik ditanah air. Dengan cukup banyaknya promoter yang mendatangkan artis asing, Loglebih memilih mementaskan band-band lokal supaya tidak terpinggirkan.Bagaimanapun band-band tersebut butuh promoter handal untuk mengangkat merekasupaya eksis di percaturan musik tanah air yang saat ini didominasi bandberaliran pop.

Suatu petang di lobby Hotel Mercure Ancol sambilditemani secangkir hot cappucino, Logmenjawab semua pertanyaan yang diajukan kepadanya. Termasuk kegagalannya dalambisnis media dan rencananya mundur dari dunia musik jika proyek yang sedangdigarapnya gagal. Berikut petikannya.


1. Apa alasannya Anda pindah daridisco ke rock?

Karena dulu aku gaulnya di kalangan anak band. Di sekolah aku satu bangkudengan adiknya Dara Puspita. Bagi aku musik tak asing lagi. Aku sering nontonmereka, juga AKA serta God Bless. Tahun ‘80 aku bikin konser di stadion setelahbertemu Deddy Dores, Deni Sabri yang menawari aku ‘Super Kid’. Dulu musimnya duel mix, aku adu Super Kid dengan SAS.Habis itu mulai banyak, God Bless versus siapa. Akhirnya semua band yang hidupzaman itu pernah main sama aku. Tapi waktu itu basic-nya lebih banyak diJawa Timur. Barulah pada 1982 mulai masuk Jawa Barat, 1983 mulai keliling kemana-mana.


2. Bisa dikatakan saat itu musikrock mendapat sambutan?

Tidak! Yang mendapat sambutan justru bukan band-nya, tapi lagu-lagu baratyang hits. Band-nya nggak punya identitas sendiri waktu itu.Masing-masing band kita waktu itu mewakili band-band barat. Belum mencerminkanband yang utuh. Penggemarnya banyak tapi tidak menggemari band secara utuhsebagai dirinya sendiri.

Era itu rock dianggap sesuatu yang identik dengankenakalan. Banyak musisi yang terlibat narkoba, pergaulan bebas. Jadi, akulahir di zaman yang harus membersihkan diri. Aku harus mendobrak citra musikrock yang terlanjur jelek; dekat dengan kerusuhan, kehidupan bebas, mabuk danobat-obatan. Kemunculan aku waktu itu, aku harus mengubah imej musik rocksupaya gampang menggelar konser musik rock.


3. Seberapaberat Anda mengubah imej tersebut, hingga akhirnya musik rock bisa diterimamasyarakat? Mungkin bisa dilihat dari kurun waktu?

Paling tidak 5-6 tahun. Artinya setelah 1984 aku membina band-bandbaru, aku bikin rock festival, aku coba tampilkan band-band baru supaya adaregenerasi. Di situ aku cuci otak mereka, bahwa rock itu tidak harus mabuk.Untuk  berani naik panggung tidak harusmabuk dulu. Rata-rata musisi kita zaman dulu begitu. Setelah era 1984pelan-pelan aku ubah itu. Termasuk penggemarnya. Yang tidak terbiasa mendengarlagu rock Indonesia aku paksa mendengarkan lagu rock Indonesia. Band-band akutuntut tidak membawakan lagu-lagu barat. Lewat kompetisi itu, mengarang lagusendiri. Ada juga surat pernyataan selama ikut aku tidak boleh minum-minumankeras.

Ada upaya untuk mengurangi imej itu. Puncaknya setelahaku jadi produser. Setelah berjalan sekian tahun, pelan-pelan penggemar musikrock terbiasa dengan konser musik. Band A pakai lagunya, band B pakai lagumereka sendiri. Dulu aku tidak bisa berbuat apa-apa karena aku belum jadiproduser. Produser mulai aku tekuni pada 1987 waktu aku bikin album God Bless‘Semut Hitam’. Album itu sukses dan akhirnya aku bawa tur keliling Indonesiadengan lagu-lagu God Bless sendiri. Ternyata sambutannya jauh lebih suksesdibanding mereka membawakan lagu Purple, Asia atau Kansas. Itu baru membukacakrawala industri musik Indonesia. Penontonnya juga siap dengan lagu band itusendiri.


4. Berapa lamamasanya terjadi peralihan. Sampai publik dapat menerima lagu-lagu yangdibawakan band adalah karya sendiri dengan lirik berbahasa Indonesia?

Tidak lama, kurang lebih satu tahun. Artinya, setelah lagu itu hits, meledak,masyarakat bisa menerima. Boleh jadi dulu band tidak percaya diri membawakanlagu sendiri karena lagunya tidak dikenal orang. Kurang populer di masyarakat.Ternyata setelah album itu sukses, meledak, bahkan penonton bisa bernyanyibersama di lapangan. Artinya tidak kalah dengan band yang membawakan lagubarat. Waktu itu God Bless aku adu dengan band pembuka yang masih membawakanlagu-lagu barat. Ternyata sambutan untuk God Bless jauh lebih meriah denganlagu sendiri.


5. Apa sebabnyaband-band lokal tidak percaya diri membawakan lagu-lagu mereka sendiri?

Karena industri musik rock itu sendiri, tidaklaku pada saat itu. Di panggung mereka underground, begitu rekamanjustru bikin lagu kasidah atau pop Jawa. Capek,kan? God Bless mencobatampil dengan rock progressive, yang ‘keriting’, penjualannya cuma 10ribu. Albumnya cuma dikenal di kalangan musisi, di kalangan awam tidak dikenal.(Mereka) Mulai bisa diterima saat bikin album ‘Semut Hitam’ itu.


6. Sekarang panggung musik rockterlihat sepi. Anda sependapat?

Dibilang sepi nggak ya. Untuk lokal karena tidak ada grup rock yang booming dalam dua-tiga tahun belakangan, makanya terkesan seperti itu. Beberapa tahunterakhir pop sedang naik, akhirnya rock agak turun. Aku lihat tahun inipelan-pelan mulai naik lagi. Memang rock itu spesifik, beda dengan pop yangbanyak disukai wanita. Fanatisme penggemar rock tinggi. Market rocksebenarnya nggak pernah surut, cuma karena tidak dibina akhirnya surut.


7. Dibandinggrup musik pop, grup rock justru tidak terlihat. Penyebabnya?

Karena tidak ada regenerasi yang kuatmenggantikan era Power Metal atau yang terakhir Jamrud. Regenerasi ini agakmampet belakangan ini. Tapi sekarang aku mulai dapat penggantinya, ada Log Gunsdan Kobe, mudah-mudahan mereka mendapat tempat di hati penggembar musik rock.Itu sudah terlihat pada konser mereka yang mampu mengundang penonton satustadion penuh beberapa waktu lalu.


8. Apa kendala yang membuat grup rock sulit untuk muncul?

Sebetulnya publikasi. Kita tahu musik rock di program radio jarang, kalauada cuma sebatas classic rock. Tangga lagu rock di Indonesia juga tidakada. Memang agak tersendat. Sebetulnya dari dulu problem itu sudah muncul. Cumawaktu itu tidak kelihatan karena masih ada kebebasan menampilkan video clip.Sekarang penampilan video klip di stasiun TV jarang, waktunya nggak ada.Karena kita harus masang spot, cost produksi kita jadi tinggi.Akhirnya banyak produser yang tidak mampu berpromosi. Walaupun punya karyabagus, tapi tidak bisa berpromosi karena bujetnya tinggi. Nggak sesuaidengan income, pembajakan tidak terkendali. Apapun yang kita lakukan,duit kita tidak balik!


9.Barangkali wajah personil turut mempengaruhi? Ini kalau dibanding band pop, lho...

Tidak 100%! Dulu penyanyi-penyanyi aku jelek-jelek semua, sangar dangondrong, he...he...he... Dalam musik pop, tanpa diimbangi kemampuanyang bagus, cuma tampang, kayak-nya tidak laku juga. Tapi bicara soaltampang, personil Lug Guns keren-keren, lho. Kita bicara kualitas!Apapun kalau tidak berkualitas pasti sementara, artinya sifatnya kebetulan,hoki!


10. Konsermusik rock yang berlangsung di Bandung belum lama ini menimbulkan korban.Pendapat Anda?

Sebetulnyakejadian di Bandung itu pukulan berat karena event itu tidak besar,tempatnya juga kecil, tapi kenapa bisa menimbulkan korban begitu banyak.Berarti ada kesalahan dari sistem penyelenggaraan, band, dan keamanan. Pasti nggak sinkron. Dalam sejarah pertunjukan musik, aku sudah hampir 30 tahun, nggak pernah kayak gitu.

Seorang EO harus peka terhadap event yang diabuat. Dia tidak lihat kondisi gedung dan keamanannya. Gedungnya kecil tapimasih menyalakan kembang api. Memperbolehkan minum-minuman keras di dalam. Iniyang membuat mudah terjadi hal-hal seperti itu. Sebetulnya antisipasinyaseperti itu! Akhirnya jadi sulit saat ini. Promotor semua resah, termasukpemusiknya. Ada kekhawatiran izin dipersulit.

Sebenarnya aku membela keberadaan mereka sebagaiseorang seniman. Sudah bukan zaman-nya memasung kreativitas. Diarahkan supayalebih baik. Kita harus menunjukkan suatu itikad baik, bermain musik menghiburorang, bukan bikin orang susah.

Asal dia sadar itu mungkin tidak akan macam-macam.Tapi selama dia bermusik sebagai pelampiasan terhadap ketidakharmonisan rumahtangga atau orangtuanya broken home,misalnya! Artinya dia hanya mencari sensasi supaya diperhatikan orang lain. Itusudah terlalu menyimpang sebagai orang yang beragama.
      V I D E O     Behind The Scene
 
  WAJAH
Anna Dearhard
FRESH LOOK
Chaterine Olivia
   
      M A J A L A H    P O P U L A R
  cover popular 244 TOP ISSUE EDISI 244
- " Spirit bebas DJ Seksi " Devina
- " Sexy & Stylish " Nathalia foxy - E Novieta - Aura Kasih
- Liputan Love Attack
- Kontroversi : Komunikasi Seks
- Liputan : Bintang Thomas Cup
- " 28 Sirkuit Maut " Satrio Hermanto
 
   
      W A W A N C A R A
  Wawancara April 2008
LOG ZHELEBOUR
25 SHOWBIZ
 
  Wawancara Maret 2008
SHANTY
32 Kebebasan
 
  Wawancara Februari 2008
ULFA DWIYANTI
30 REBORN
 


WWW.POPULAR-MAJ.COM
Artikel Wajah/Sensual, Liputan Khusus, Liputan Malam & Sekse khusus untuk Anggota © Hak Cipta dilindungi Undang Undang.
Dilarang mengcopy/meniru isi tanpa seizin Majalah POPULAR