member login  
daftar jadi member  
Belum Menjadi Member ?

Dartar Sekarang juga,
Nikmati Content Terbaru dan Eksclusive

Join Disini !!
 
   
 
PEEPING TOM, Ketika Penyimpangan Dijadikan Hiburan
 
  L I P U T A N   M A L A M  April 2008
 

"PEEPING TOM, Ketika Penyimpangan Dijadikan Hiburan"

Aktifitas making love sejatinya dilakukan secara private dan tanpa dilihat orang, namun bagaimana jika aktifitas ML dijadikan sebagai tontonan?

Aktifitas making love sejatinya dilakukan secara private dan tanpa dilihatorang. Namun adakalanya seseorang berusaha melihatnya, misalnya denganmengintip. Ditinjau dari sudut psikologi, mengintip orang yang sedangberhubungan intim dapat dikategorikan sebagai perilaku menyimpang ataumengalami kelainan seksual. Lalu bagaimana jika aktifitas ML dijadikan sebagaitontonan, siapakah yang melakukan penyimpangan?


Malam belum begitularut ketika sepasang sahabat sepakat bertemu di sebuah club yang selalu merekadatangi ketika ingin berburu nafsu hedonis. Meski tak rutin, paling tidaksebulan sekali Dani dan Peter (kita sapa saja keduanya dengan nama itu)berkunjung ke club ini. “Sekadar mengendurkan syaraf-syaraf yang tegang usaidikejar tenggat,” kata Dani berargumentasi.


Tentu yang dimaksud adalah untuk menghilangkan stres usai menuntaskanpekerjaan yang lumayan menyita tenaga, pikiran dan waktu. Maklum, kedualaki-laki lajang yang bekerja pada kantor yang sama ini memang dikenal sebagaipetualang hiburan malam, mulai dari yang hanya sekadar clubbing hingga beraromahedonis.


Meski club HS sudah sering mereka datangi, tak pernah muncul rasa bosan.Selalu saja ada keinginan untuk datang lagi. Maklum, club yang masih tergolongbaru ini selalu memiliki inovasi-inovasi baru dalam meng-create programuntuk tamu dan pelanggan mereka. Seperti malam itu, kedua sahabat karib inidatang karena ingin mencoba menu hiburan yang baru saja ‘matang’.


“Apalagi neh?” tanya Peter ketika Dani mengajak untuk mencobamenu baru.


Peeping Tom,” kata Dani.


Tersentak Peter begitu mendengar jawaban Dani.


“Gila… Buat apa ngintip segala, kalau kita bisa mendapatkan danmelakukannya langsung. Penyakit itu, sob,” Peter bersungut-sungut.


“Tenang dulu, sob. Ini tak seperti yang elu bayangin. Iniada seninya. Namanya juga menu hiburan. Pokoknya tenang aja, ntar elu juga tahu. Lagi pula ini nggak bikin ketagihan kok.Penasaran aja pengen tahu seperti apa,” Dani menjelaskan.


Penasaran adalah kata ampuh untuk membenarkan suatu tindakan. Salah satusifat manusia adalah rasa ingin tahu, apalagi terhadap sesuatu yang belumpernah dilihat dan dirasakan. Dalam konteks saat itu, rasa ingin tahu Danimungkin tak berlebihan. Berdasarkan informasi yang dia dapat peeping tom yang ini tidak sama dengan peeping tom yang berlaku umum. Artinya bukanmengintip dari balik dinding yang bolong atau sengaja dibolongi. Meskipunobjeknya adalah pasangan yang sedang ML.


Bagi orang-orang tertentu mengintip membuatnya senang, bahkan mampumencapai kepuasan. Mereka yang senang mengintip bahkan tak peduli denganaktifitas objek yang diintip. Boleh jadi orang-orang tanpa aktifitas atausedang duduk-duduk saja tapi mengenakan pakaian yang menggoda. Atau yang lebihekstrim sedang mandi, bahkan sedang ML sekalipun. Bagi mereka mengintip menjadisebuah hobi yang harus dilakukan. Menimbulkan kecanduan.


Perilaku menyimpang ini memang didasarkan untuk memuaskan libido sipelaku yang umumnya adalah pria. Menurut beberapa referensi, kebiasan buruk inibukan cerita baru. Pada zaman Romawi bahkan ada cerita seorang pria dijebloskanke penjara setelah dilaporkan ke pihak berwajib lantaran tertangkap tangan mengintip.Tak tanggung-tanggung, yang melaporkan adalah suami dari wanita yang diintip.


Menurut pakar seks, kebiasaan itu merupakan dorongan yang tidakterkendali untuk secara diam-diam mengintip atau melihat lawan jenis yangtelanjang, melepaskan pakaian atau melakukan kegiatan seksual. Pelakumendapatkan kepuasan seksual dari kegiatan mengintip itu. Mengintip akhirnyamenjadi cara eksklusif untuk mendapatkan kepuasan seksual. Anehnya, pelakutidak punya keberanian untuk berhubungan badan dengan wanita yang diintip.



GRUP. Menikmati hiburan bertajuk ‘Peeping Tom’bukanlah rencana Dani sejak awal. Secara kebetulan, begitu tiba di club HS,Dani bertemu Andy di toilet. Andy, bukan nama sebenarnya, dan Dani dulunyasama-sama kuliah di Australia, tapi beda perguruan tinggi. Sama dengan Dani danPeter, Andy juga menyukai dunia hiburan malam, lengkap dengan pernak-perniknya.


Malam itu, Andy datang bersama dua orang temannya, Dino dan Joe, jugabukan nama sebenarnya. Keduanya belum sekalipun bertemu atau berkenalan denganDani. Tapi malam itu, karena hobi yang sama, mereka resmi menjadi teman,termasuk dengan dengan Peter.


“Tawaran tadi, selain menuntaskan rasa penasaran, sekaligus inginmenghormati ajakan sahabatku ini,” kata Dani memberi alasan.


Andylah yang punya niat untuk mencicipi menu Peeping Tom ini.Keinginan itu semakin memungkinkan terwujud setelah bertemu Dani di toilet.Soalnya, selain belum mengenal bentuk dan jenisnya, mereka ingin menjadikanmenu ini untuk dinikmati beramai-ramai. “Biar seru aja!” begitu alasanAndy.


Sajian Peeping Tom ini bersifat private dan hanya dapat dipesandi tempat tertentu. Para peserta mestilah satu grup kecil maksimal 8 orang.Tapi tidak tertutup kemungkinan diikuti dua atau tiga orang saja. Namun tidakdisebutkan apakah boleh satu orang saja. Pembatasan ini dilakukan untukmenyesuaikan dengan keadaan ruangan yang tidak terlalu besar. Para pesertadiharuskan satu rombongan dan saling mengenal satu sama lain.


Hal ini ada hubungannya dengan fee yang harus dibayarkan untukmenyaksikan menu Peeping Tom. Berbeda dengan menyaksikan hiburan atautontonan yang dikenakan per individu, tontonan ini diberlakukan untukrombongan. Jika tamu tidak saling mengenal mungkin akan kesulitan dalammengatur uang dan sikap saat menonton. Untuk satu paket tontonan ini dikenakanbiaya Rp3,5 juta untuk satu kali sesi berdurasi satu jam.


Ketika semuanya sepakat untuk menikmati sajian Peeping Tom,rombongan yang terdiri lima pria hedonis ini pun bergerak meninggalkan lounge tempat mereka bertemu. Oleh seorang waiter mereka diajak menaiki liftmenuju salah satu kamar yang tersedia di club tersebut. Club HS terdiri daribeberapa lantai yang berbeda-beda fungsinya. Lantai bawah merupakan lounge yang berfungsi menjadi diskotik menjelang tengah malam.


Di lounge ini sering diadakan beberapa event berupa party.Setiap kali event besar selalu diisi dengan fashion show,pertunjukan sexy dancer dan DJ performance. Sejauh ini club inibelum pernah menggelar pertunjukan band atau semacamnya. Boleh jadi karenatempatnya tidak memungkinkan. Sementara di lantai dua terdapat restoran yangtidak begitu besar.


Di lantai berikutnya terdapat sejumlah ruangan karaoke yang terdiri dariberbagai tipe, dari tipe standar hingga suite. Ukurannya pun bervariasi,mulai dari yang mampu memuat 6 hingga belasan orang. Satu lantai di atasnyaterdapat sejumlah kamar yang dapat disewa secara part time atau transit.Di salah satu kamar inilah rombongan Dani dan kawan-kawan dibawa oleh waiter.Ukuran cukup luas dengan fasilitas tempat tidur dan kamar mandi yang cukupmewah.


Hingga di sini tanda tanya masih menyeruak di hati rombongan ini. Rasapenasaran makin membuncah hingga sang waiter mulai memberi sedikitgambaran tentang tontonan yang akan mereka saksikan berikut. “Seperti tadisudah diberi tahu di bawah, durasinya berlangsung kira-kira satu jam. Kalau adayang dibutuhkan sebaiknya diorder sekarang. Tujuannya supaya saat menyaksikanpertunjukan nanti, bos-bos tidak terganggu,” kata sang waiter.


“Tapi acaranya sendiri seperti apa?” tanya Peter.


“Pokoknya sebuah tontonan penuhsensasional. Belum pernah ada di tempat lain,” katanya membuat hati semakinpenasaran.


“Tenang aja sob, bentar lagi juga bakal tahu. Mending saat ini kita order makanan dan minuman. Biar nanti nggak kelaparan,”tutur Dani menengahi.


Sembari masih menahan rasa penasaran Andy lebih dahulu berinisiatifmemesan makanan. Yang lain pun demikian, masing-masing ikut pula memesanmakanan sesuai selera. ‘Benar juga tuh, mending order sekarangdaripada nanti konsentrasinya terganggu,” Andi menimpali.



SETTING. Begitu waiter selesai mencatat minuman dan makan yang di-order anggota grup ini,terdengar bel dipencet dari luar. Saat pintu dibuka oleh waiter,terlihat dua orang laki-laki dan seorang perempuan berdiri di ambang pintu.Yang perempuan mengenakan lingerie berwarna hitam, kontras dengan kulitnya yangputih. Potongan lingerie-nya memperlihatkan kemolekan tubuh pemiliknya. Dadanyayang cukup besar tampak membusung sehingga tak semuanya tertutup. Pada bahagianatas seolah ingin meloncat ke luar.


Salah satu dari kedua pria itu mengenakancelana pentalon hitam dan kaos oblong ketat. Serta merta otot-ototnya tergambarjelas, pada bagian lengan maupun dada. Perutnya pun rata. Rambutnya yang ikalnamun tak begitu panjang dipotong rapi sehingga mengesankan orangnya bersih dantelaten. Sedangkan pria yang satu lagi, menilik pakaian yang dia gunakan,tampaknya sebagai papi dari pasangan ini.


“Baiklah, bapak-bapak sekalian. Kami berharapapa yang akan Anda saksikan sebentar lagi mampu membuat Anda puas dan terkesan.Sajian ini hanya ada di sini dan belum pernah ada di tempat lain. Perlu kamijelaskan, Anda hanya sebagai penonton, tidak boleh ikut terlibat dalampermainan,” terang sang petugas panjang lebar. Tak lupa pula dia memberibatasan hingga wilayah mana saja tamu-tamu boleh berdiri.


Andy dan rombongannya hanya mampumengangguk-angguk. Tak jelas benar apakah mereka telah paham atau karena taksabar. Yang pasti tak ada lagi pertanyaan yang muncul dari mereka. Seiringdengan itu, sang petugas lalu mempersilakan sepasang anak manusia yangbersamanya tadi untuk memulai pekerjaannya. Sementara dia sendiri mengundurkandiri ke luar setelah sebelumnya mengurangi pencahayaan di kamar itu.


Seiring meredupnya lampu di dalam kamar, sangpria dan wanita ber-lingerie hitam itu mengambil posisi di atas ranjang. Secaraperlahan mereka mulai saling bercumbu. Tak nampak rasa kikuk di antara mereka.Keberadaan Dany dan kawan-kawan di sekitar mereka tak begitu dihiraukan.Meskipun cahaya lampu telah redup, ekspresi wajah mereka saat bercumbu masihjelas terlihat.


Seperti layaknya pasangan yang dimabuk cinta,keduanya tampak menikmati aktifitas yang mereka lakukan. Tangan mereka salingmeraba, bibir mereka saling bertaut. Lenguh suara mereka penuh nafsu. Persisseperti foreplay dalam film-film biru. Meski masih sama-sama mengenakanbusana keduanya terlihat mulai tak terkendali.


Andy dan kawan-kawan yang menonton di sisiranjang saling berpandangan. Mereka mulai menyadari ternyata sajian peepingtom yang dimaksud adalah melihat langsung permainan birahi dari sepasanganak manusia. Sesuai dengan penjelasan terdahulu, mereka hanya boleh menonton,tidak diperkenankan untuk berinteraksi atau terlibat dalam permainan.


Sepertinya mereka terbawa pertunjukan yangsedang berlangsung. Bunyi bel yang pertama dan kedua tak mereka hiraukan. Saatbel berbunyi untuk yang ketiga kali, barulah salah seorang di antara merekaberinisiatif membuka pintu. Di ambang pintu telah berdiri waiter membawakan makan dan minuman yang tadi mereka order.


Saat waiter masuk, permainan di atasranjang terus berlangsung. Pasangan itu benar-benar dimabuk cinta, mereka samasekali tak menghiraukan siapapun yang ada di situ. Kalaupun ada yang terganggukonsentrasinya tentu saja lima orang yang tengah menonton. Namun hanya sesaat.Begitu pesanan mereka ditaruh di tempatnya, dan waiter berlalu dariruangan itu, kelimanya kembali larut dalam tontonan. Mereka menjadi tak sabar,apa kelanjutan dari adegan yang tengah berlangsung?


Rasa penasaran mereka sama seperti orang-orangyang memiliki kebiasaan mengintip. Saat pertama kali melihat objeknya di baliklubang intipan, dia mulai penasaran, ‘Adegan apalagi setelah ini?’ ‘Akankah diabuka baju?’ Begitu pertanyaan itu terjawab, akan muncul lagi pertanyaan berikutnya.‘Apalagi?’ ‘Apalagi?’ Kalau misalnya yang diintip adalah pasangan suami-isteri,pertanyaannya adalah, ‘Apakah mereka akan berhubungan intim?’ Begitu terussampai akhirnya dia menyaksikan setahap demi setahap pemandangan yang terlihatdari tempatnya mengintip.


Rasa penasaran itu akhirnya terjawab jugaketika kedua anak manusia berlainan jenis itu mulai melepas pakaian lawanmainnya. Yang pria melepas lingerie sang wanita, demikian pula sebaliknyahingga mereka benar-benar tanpa busana sama sekali. Manakala keduanya telahtelanjang bulat, adegan yang muncul tak beda jauh dengan tayangan film pornoyang banyak beredar di lapak-lapak kaki lima.


Jika adegan seperti itu tak lagi canggungmereka lakukan, dapat ditebak adegan selanjutnya akan terus berlangsung hinggakeduanya sama-sama mencapai klimaks. Sesuatu yang ingin ditunggu kelima priapetualangan birahi ini. Paling tidak rasa penasaran mereka tentang bagaimanaakhir dari permainan itu akan segera terjawab seiring dengan berakhirnya waktu.


Paling tidak spirit inilah yang dimunculkandari menu yang disuguhkan ini. Meski tak sepenuhnya sebagai ‘peeping tom’, tapiaroma yang muncul mendekati ke arah itu. Adanya aturan yang melarang penontonterlibat dalam permainan membuktikan bahwa spirit peeping tom cukup terasa.Lain halnya jika perempuan melakukan kegiatan yang membuat penasaran tamu,misalnya dengan mendatangi mereka sambil mempermainkan Mr P sang tamu.


Konon, hal ini hanya akan dilakukan jika salahseorang dari tamu ini menjadikan tontonan ini sebagai bachelor party.Ya, tapi hanya sebatas itu. Tak ada aktivitas seksual. TIM POPULAR



Kutipan:


Seiring meredupnya lampu di dalam kamar,sang pria dan wanita ber-lingerie hitam itu mengambil posisi di atas ranjang.Secara perlahan mereka mulai saling bercumbu.

Paling tidak spirit inilah yang dimunculkandari menu yang disuguhkan ini. Meski tak sepenuhnya sebagai ‘peeping tom’, tapiaroma yang muncul mendekati ke arah itu.
      V I D E O     Behind The Scene
 
  WAJAH
Anna Dearhard
FRESH LOOK
Chaterine Olivia
   
      M A J A L A H    P O P U L A R
  cover popular 244 TOP ISSUE EDISI 244
- " Spirit bebas DJ Seksi " Devina
- " Sexy & Stylish " Nathalia foxy - E Novieta - Aura Kasih
- Liputan Love Attack
- Kontroversi : Komunikasi Seks
- Liputan : Bintang Thomas Cup
- " 28 Sirkuit Maut " Satrio Hermanto
 
   
    LIPUTAN  MALAM
  Liputan Malam April 2008 : PEEPING TOM, Ketika Penyimpangan Dijadikan Hiburan  
  Liputan Malam Maret 2008 : STRIPTIS BOLEH DISENTUH, Club Penjaja Cinta Semi Pro  
  Liputan Malam Februari 2008 : 15 ITEM BARU SERVIS CUNGKOK  
  Liputan Malam Januari 2008 : PARTY SEMI ORGY Lepas Lajang Semi Seleb  
  Liputan Malam Desember 2007 : Sex Bola Bola Sodok  
  Liputan Malam November 2007 : Amatir Toples Kontes Reality Show ala Komunitas Malam  
  Liputan Malam Oktober 2007 : STRIPER ABG CLUB Dari Stage hingga Table Shoot Drink – No Bra – Nudis  
  Liputan Malam September 2007 : Layanan Pijat Plus Plus Area Sensitif  
  Liputan Malam Agustus 2007 : Wanita Baling Baling Berputar di 'As' Lelaki  
  Liputan Malam Juli 2007 : Lelang Underwear Artis Papan Atas Ditanggalkan Langsung di Stage  
  Liputan Malam Juni 2007 : Hospital Club ‘Suntikan’ Manjur Suster Sexy  
  Liputan Malam Mei 2007 : Mandi Ala Nippon Dengan ‘Jugun Ianfu’ Era Milenium  


WWW.POPULAR-MAJ.COM
Artikel Wajah/Sensual, Liputan Khusus, Liputan Malam & Sekse khusus untuk Anggota © Hak Cipta dilindungi Undang Undang.
Dilarang mengcopy/meniru isi tanpa seizin Majalah POPULAR