 |
|
 |
|
Belum Menjadi Member ?
Dartar Sekarang juga,
Nikmati Content Terbaru dan Eksclusive
Join Disini !!
|
|
| |
|
|
|
|
|
|
| |
|
 |
| |
| L I P U T A N K H U S U S April 2008 |
| |
"MASSAGE DI MAL, Makin Dekat Ke Pelanggan" |
Kalimat ini mungkin menjadi motto bagi pelaku industri hedonis dalam mengembangkan sayap bisnisnya. Jika selama ini keberadaannya hanya dapat dijangkau kalangan tertentu, kini siapa saja dapat mengakses. |
Makin dekat ke pelanggan. Kalimat ini mungkin menjadi motto bagi pelaku industri hedonis dalammengembangkan sayap bisnisnya. Jika selama ini keberadaannya hanya dapatdijangkau kalangan tertentu, kini siapa saja dapat mengakses. Memilih berada dimal atau pusat perbelanjaan, membuat konsumen mudah ditarik.
Keberadaan pusat perbelanjaan, entah itu disebut sebagai mal, plaza, ITCataupun square, memunculkan daya tarik luar biasa bagi masyarakat. Tempatnyayang luas serta dilengkapi berbagai fasilitas (one stop) menjadikanpusat perbelanjaan tak pernah sepi pengunjung. Tengoklah pusat perbelanjaanyang ada di Jakarta, sejak mulai buka pukul 10.00 hingga tutup pada pukul22.00, boleh dikata tak pernah sepi dari kunjungan masyarakat. Tentu sajatujuan mereka macam-macam, mulai dari hanya sekadar cuci mata hingga berbelanjakeperluan harian.
Ramainya pusat belanja ini, dalam tulisan iniselanjutnya disebut mal saja, boleh jadi karena lokasinya yang mudah diakses,baik dengan menggunakan kendaraan umum apalagi kendaraan pribadi. Kondisi inipula barangkali yang membuat pengelola pusat kebugaran, seperti spa, pantipijat dan refleksi menjadikan mal sebagai alternatif tempat membuka usaha. Apalagimal-mal tersebut cukup dekat dengan sentra bisnis, perkantoran maupun tempatusaha. Mereka yang bergerak di bidang inilah yang menjadi konsumen pusatkebugaran di atas.
Selain berlokasi satu gedung dengan mal, ada jugatempat spa atau massage center yang mengambil tempat sebagai tetangga dekatmal. Posisinya bisa satu kompleks dengan mal, tapi beda gedung. Bisa jugaberada persis di seberang mal yang hanya dibatasi jalan raya. Kondisi inimembuat para ‘petualang malam’ tidak harus mendatangi sebuah wilayah khususyang lekat dengan image hiburanmalam. Berkunjung ke mal dengan dalih belanja, atau memang benar-benar belanja,kemudian mampir di sejumlah tempat hedonis.
MENU BUFFET. PS adalah salah satupusat kebugaran dengan layanan spa dan massage yang berada di mal, persisnya dilantai lima sebuah pusat perbelanjaan BI yang berkategori square. Secarageografis posisinya masuk wilayah Jakarta Pusat, namun sangat identik dengankawasan Pecinan. Lokasinya pun dekat pula ke pantai Jakarta. Tak jarang orangmemasukkannya ke wilayah Barat atau wilayah Utara. Namun, kalangan penikmathiburan kebugaran tak mempermasalahkan masuk wilayah mana pun.
Layanan spa dan massage hanyalah satu daribeberapa menu yang ditawarkan tempat hiburan yang mengusung konsep one stop entertainment ini. Meskiberlokasi di pusat perbelanjaan, keberadaannya cukup eksklusif sehingga tidaksembarangan orang bisa mengaksesnya. Dengan kata lain keberadaannya di tempatpublik tidak mengurangi nilai privacy yang ditawarkan kepada tamu-tamu.
Untuk mencapai spa yang dikenal memiliki banyakkeistimewaan ini ada dua pilihan, melewati lift yang berada di dalam pusatperbelanjaan BI atau lewat lobby di sebelah barat. Bagi tamu yang inginmasuk lewat lobby di sebelah barat dapat menggunakan kendaraannya hinggake lantai 7. Di lobby utama ini tamu-tamu dihadapkan beberapa pilihanhiburan seperti karaoke, diskotek dan singinghall.
Fasilitasspa di sini cukup komplit, mulai dari refleksi, massage, berendam di whirlpool hingga layanan plus-plus dari terapis lokal maupun cungkok. Di sini tamu-tamudisuguhi hidangan buffet berupa makanan ringan hingga berat sebelum atausesudah terapi. Hidangan gratis ini hanya tersedia di lounge tempat spa beradahingga waktu tertentu. Artinya, jika tamu yang datang cukup banyak, adakemungkinan ketersediaan makanan dan minuman menjadi terbatas.
Keistimewaan lain spa ini karena jadwaloperasionalnya begitu panjang. Jika di tempat lain layanan pemijatanberlangsung hingga pukul 23.00 di sini justru lebih lama. Pada hari-haritertentu, hari libur misalnya, bahkan bisa berlangsung hingga dini hari.
Spa ini juga dikenal memiliki terapis yang tidaksaja cantik dan muda-muda tapi juga ahli dibidangnya. Tak sedikit kalanganpijiter, istilah bagi mereka yang suka massage, yang memberikan nilailebih bagi terapis PS. Penilaian itu tentu saja tak sembarangan, terlebih lagijika ditambahi embel-embel plus-plus yang dapat diberikan kalangan terapis. Artinya,nilai lebih itu hanya dapat diberikan jika terapisnya memberikan layanan ekstraterhadap tamu-tamu, minimal hand job ataupijatan terhadap alat vital pria. Layanan ini sudah menjadi keniscayaan dalamdunia massage plus-plus. Di beberapa tempat, layanan ini bahkandiberikan tanpa harus diminta oleh tamu.
Hal ini juga berlaku di sini. Tanpa diminta sangterapis langsung menawarkan kepada tamu. Biasanya mereka bertanya dengankalimat berikut, “Sudah selesai, Pak. Ini-nya mau dipijat juga?” katanya sambilmembelai Mr P sang tamu. Atau kalimat seperti ini, ”Pijatnya sudah selesai, mauyang lain?” Jika pertanyaan seperti itu muncul, kalangan pijiter biasanyamenyambut dengan suka cita.
Kegembiraan tamu-tamu diekspresikan denganmenanyakan service apa saja yang tersedia. Di sini, layanan yangtersedia cukup banyak mulai dari hand job, blow job, hingga fuckingjob atau making love. Kecuali hand job yang sudah menjadilayanan standar, untuk mendapatkan layanan lainnya biasanya terjadi tawarmenawar fee. Biasanya sang terapis membuka harga sementara tamu menawarnya.Tapi jika harga yang dibuka merupakan harga standar biasanya tamu langsungsetuju.
Layanan ekstra ini berlaku tidak hanya untukterapis lokal, tapi juga terapis cungkok. Menggunakanterapis cungkok merupakan keistimewaan lain dari PS. Tarifnya relatif murah,bahkan bisa disebut sama dengan tarif terapis lokal di spa eksklusif lainnya.Kendati demikian, fasilitas yang disediakan, baik kamar tipe standar maupuntipe deluxe nyaris sama dengan spa-spa eksklusif lainnya.
GERAI HP. Dengan tinggi empat lantai dan terletak di kawasan ramai. Mal DT sebenarnyasengaja dibangun untuk para pebisnis, yang sejenak ingin rehat dari kesibukanmereka. Ini bisa terlihat di saat jam-jam makan siang. Pada masa itu, mal inibiasanya didominasi para eksekutif serta karyawan dari gedung-gedung di sekitarmal.
Ramainyapengunjung yang notabene pekerja ini, terkadang berlanjut hingga usainya jammacet. Di waktu-waktu seperti ini, para pekerja memang sengaja mendatangi malini untuk menghindari kepadatan lalu lintas jalan raya. Jalur di depan pusatperbelanjaan ini, memang jalan alternatif bagi mereka yang bekerja di seputarankawasan perkantoran di dekat jalan protokol di Jakarta.
Sebagai lokasi pusat perbelanjaan, mal ini sendirimemberikan fasilitas yang cukup lengkap. Outlet-outletnya sendiri cukupvariatif. Sebut saja mulai dari counter ponsel, notebook, pakaian hinggapernak-pernik sehari-hari. Di tempat ini rata-rata pengunjung memang lebihbanyak yang berbelanja untuk barang-barang jenis elektronik serta kepinganVCD/DVD.
Memang, mal ini cukup dikenal bagi para pecintaelektronik dan kepingan DVD seantero Jakarta Selatan. Harga-harga yang cukupbersaing dengan lokasi perbelanjaan yang mengkhususkan diri pada penjualanbarang elektronik, menjadi alasan mengapa tempat ini lebih sering dikunjungioleh mereka yang menggemari barang-barang elektronik dan pemburu kepinganDVD. Bukan itu saja, food court yang lengkap dan menawarkanberagam makanan dan minuman, seakan menjanjikan bahwa tempat ini pantas untukdikunjungi.
Dan di balik itu semua, Mal DT menyimpan juga sisilain yang nyaris tak tersentuh. Di tempat ini, diam-diam para hedonis ternyata juga dimanjakanpelayanan untuk urusan meregangkan otot ragawi. Dan itu semua tersedia mulaidari lantai semi basement, lantai satu dan lantai tiga di pusatperbelanjaan ini sendiri.
Sebut saja sebuah spa yang terletak di lantai tiga.Lokasi spa dengan nama LA ini, sebenarnya memang tidak terlalu mencolokkeberadaannya. Untuk mencapai tempat ini saja, para pemburu kenikmatan mautidak mau mesti jeli melihat lokasi lift yang terletak di luar gedung. Bagimereka yang sudah terbiasa berkunjung ke tempat ini, tentu saja akan mudahmencari lift yang terletak di antara deretan sebuah resto cepat saji denganmenu donat, bank, toko buah dan sebuah restoran. Di sana terdapat sebuah pintukaca kecil yang menjadi sarana untuk mencapai lift. Lift inilah yang akanmengantarkan tamu-tamu ke lantai dimana spa itu berada.
Begitu keluar dari lift, saat tiba di lantai tiga,tepat di sebelah kanan, tampak kasir merangkap resepsionis menyambut dengankeramahannya yang khas. Di tempat ini, untuk urusan servis badani, tarifnyamemang bermacam-macam. Tergantung mau berapa lama dan jenis apa. Semuaterpampang jelas.
Pelanggan sendiri bisa memilih untuk melakukanritual biasa layaknya di setiap spa: mandi, sauna, berendam di whirlpool lalumemesan terapis ke resepsionis,selanjutnya masuk ke ruangan terapi untuk pijat. Atau, pelanggan bisa jugalangsung memesan terapis laludiakhiri dengan ritual biasa di setiap spa.
Uniknya, di tempat ini para para pelanggan tinggalmenunjuk terapisyang sudah tersimpan di databasekomputer pihak pengelola. Jumlah terapisnyasendiri, hampir dua puluhan terapis. Bukan itu saja, tempat ini juga memberikanbeberapa jenis minuman gratis bagi para pelanggan. Keunikan lain, tentu sajaterletak pada kolam dan suasana ruangan yang benar-benar nyaman bagi merekayang ingin menimati sensasi sauna.
Di tempat ini, tarif untuk sewa kamar, dimulai dariRp. 95 ribu per jam. Sementara untuk refleksi,pengelola mematok harga sekitar Rp. 70 ribu. Semua tarif yang tertulis adalahuntuk pijat. Sekilas, tempat ini memang representatif untuk eksekutif, ataukongkow-kongkow dengan teman sekantor. Bahkan, untuk membicarakan bisnis dengansuasana yang santai, juga cukup mewakili di tempat ini.
“Untuk urusan plus-plus, LA tidak menyediakan fasilitas ini,” tutur Rani,sebut saja demikian nama resepsionis yang menunggu di meja depan, sesaatsebelum memilih terapis.
Benarkah demikian? Mungkin saja. Tapi bagi Anto,bukan nama sebenarnya, tempat ini sebenarnya serupa dengan spa lainnya,“Memang, untuk urusan eksekusi, di spa ini tidak bisa. Siapa juga yang maueksekusi, kalau tempat pijatnya sendiri hanya dibatasi tirai setinggi bahuorang dewasa. Belum lagi, dengan adanya kaca pembatas antar ruangan.Menyeramkan bukan? Tapi sekadar kerja tangan masih dapatlah, he…he…he…”.
Anto memang salah satu dari sekian pelanggan yangpaham betul tempat ini. Terlebih lagi, lokasi kantornya yang kebetulan dekatdengan Mal ini, menjadikan spa itu seperti kantor keduanya. Maka, wajar sajajika kemudian bocoran informasi mengenai tempat ini segera meluncur bebas. “Karenatempatnya yang cukup terbuka untuk dilirik oleh pemijat lainnya, di tempat ini,urusan eksekusi digantikan dengan bentuk lain. Bentuknya sendiri, ya, pokoknyadi luar bentuk eksekusi biasa, dan lebih baik memilih kamar di pojok-pojok agartidak terganggu saat ada yang tengah lalu lalang. Tapi, kalau memang sudahkebelet, ada beberapa yang bisa diajak keluar. Syaratnya, sering-sering saja kesini. Satu lagi, keberuntungan! He…he…he…,”tutup Anto sebelum beranjak ke lantai tiga untuk melakukan pemijatan.
Pada akhirnya, bagi mereka yang tetap ingin mencobamenggamit terapis untuk urusan plus-plus. Tetap saja tergantung padakepandaian berkomunikasi pelanggan untuk mengeksekusi di luar arena spa. Danuntuk mengharapkan layanan plus-plusdi arena spa ini, pelanggan sepertinya mesti berpikir ulang. Tapi bagi merekayang benar-benar ingin untuk sekedar pijit atau juga menikmati pelayanan khasspa, bolehlah untuk dicoba.
|
|
|
|
| |
M A J A L A H P O P U L A R |
| |
 |
TOP ISSUE EDISI 244 - " Spirit bebas DJ Seksi " Devina
- " Sexy & Stylish " Nathalia foxy - E Novieta - Aura Kasih
- Liputan Love Attack
- Kontroversi : Komunikasi Seks
- Liputan : Bintang Thomas Cup
- " 28 Sirkuit Maut " Satrio Hermanto
|
|
| |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|